You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Legislator Apresiasi Respons Cepat Pemprov DKI Tangani Kebakaran
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

Dewan Apresiasi Respons Cepat Pemprov DKI Tangani Kebakaran

Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih mengapresiasi respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam menangani kebakaran di ibu kota.

"Saya mengapresiasi langkah cepat Pemprov DKI,"

Al Fatih sempat meninjau langsung lokasi kebakaran di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur. Di sana, ia menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban dan warga yang terdampak.

Menurutnya, penanganan awal oleh Pemprov DKI sudah cukup sigap, terutama dalam mendata korban, menyalurkan bantuan logistik, serta memfasilitasi pencetakan ulang dokumen kependudukan yang rusak atau hilang.

Layanan Adminduk Sasar Penyintas Kebakaran di Duri Utara

“Saya mengapresiasi langkah cepat Pemprov DKI, khususnya dalam penanganan awal,” ujar Al Fatih, Selasa (22/7).

Meski demikian, Al Fatih juga mencatat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran. Salah satunya sulitnya akses mobil pemadam kebakaran menuju lokasi karena padatnya permukiman.

“Permukiman padat memang menyulitkan respons darurat. Karena itu, saya mendorong Pemprov DKI untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap RW, terutama di wilayah padat penduduk sebagai upaya pencegahan awal,” tegasnya.

Selain itu, Al Fatih juga telah berkoordinasi dengan Baznas Bazis DKI Jakarta agar warga terdampak dapat diakomodasi dalam program bedah rumah, sehingga kebutuhan hunian para penyintas bisa terpenuhi.

“Saya berharap kejadian ini menjadi refleksi penting untuk memperkuat sistem mitigasi kebakaran di kawasan padat penduduk dan memastikan kehadiran negara dalam pemulihan warga terdampak,” tuturnya.

Anggota DPRD DKI lainnya, Yudha Permana menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat adalah langkah utama dalam mencegah kebakaran. Ia menilai, banyak kebakaran disebabkan kelalaian warga, seperti overcharging yang menyebabkan korsleting listrik hingga lupa mematikan kompor.

“Harus ada edukasi menyeluruh ke masyarakat, mulai dari tata cara meninggalkan rumah hingga penggunaan peralatan listrik. Bisa juga dibuat tempelan pengingat di pintu rumah, semacam checklist sebelum keluar rumah,” ucap Yudha.

Ia juga mengingatkan warga tentang bahaya instalasi kabel listrik yang tidak sesuai standar.

“Kita harus fokus pada pencegahan. Soal kabel juga harus diperhatikan. Banyak rumah yang kabelnya tidak sesuai standar, padahal dari PLN-nya sudah benar,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

    access_time24-06-2026 remove_red_eye4759 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

    access_time25-06-2026 remove_red_eye1106 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1005 personFolmer
  4. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye891 personAnita Karyati
  5. 84 Kendaraan Ikut Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakbar

    access_time25-06-2026 remove_red_eye860 personBudhi Firmansyah Surapati